Tanah Bumbu Usung Konsep Digitalisasi, Raih Juara I Stand Terbaik di Kalsel Expo 2026

oleh -19 Dilihat
banner 468x60

BATULICIN – Kabupaten Tanah Bumbu berhasil meraih Juara I Stand Kabupaten/Kota pada ajang Kalsel Expo 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin di Banjarbaru, Senin (17/8).

Keberhasilan ini menjadi bentuk apresiasi atas konsep stand Tanah Bumbu yang memadukan potensi daerah, produk unggulan, kolaborasi lintas sektor, serta inovasi digital.

banner 336x280

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi bagi jajaran Pemkab Tanah Bumbu untuk terus berinovasi, khususnya dalam meningkatkan pelayanan publik berbasis digital dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Penghargaan ini menunjukkan bahwa Tanah Bumbu mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kami akan terus mendorong inovasi agar pelayanan publik semakin modern dan masyarakat merasakan manfaatnya,” ujar Bupati.

Keberhasilan Tanah Bumbu tidak terlepas dari konsep stand yang dikembangkan secara kolaboratif dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah dan mitra usaha. Kolaborasi tersebut menghadirkan informasi dan produk dari berbagai sektor, mulai dari pariwisata, investasi, UMKM, perikanan, kerajinan, hingga industri.

Salah satu pembeda utama stand Tanah Bumbu pada Kalsel Expo 2026 adalah penerapan digitalisasi yang tidak hanya menjadi elemen pendukung, tetapi menjadi bagian dari pengalaman pengunjung.

Melalui buku tamu digital, pencatatan pengunjung dilakukan secara lebih praktis, cepat, terintegrasi, dan tertata. Namun, sistem tersebut tidak berhenti sebagai sarana pendataan. Buku tamu digital menjadi pintu masuk menuju showcase digital Kabupaten Tanah Bumbu yang menghimpun berbagai informasi mengenai potensi dan keunggulan daerah dalam satu platform. Pengunjung dapat mengakses informasi mengenai peluang investasi, destinasi pariwisata, produk UMKM, potensi perikanan, produk Dekranasda, hingga sektor industri yang berkembang di Tanah Bumbu.

Dengan konsep tersebut, informasi yang diperoleh pengunjung tidak terbatas selama berada di area pameran. Berbagai informasi tentang Tanah Bumbu dapat kembali diakses setelah kegiatan berlangsung sehingga promosi potensi daerah dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Digitalisasi juga diterapkan pada sisi transaksi. Produk yang tersedia di stand Tanah Bumbu dapat dibayar secara nontunai menggunakan QRIS, sehingga proses pembayaran menjadi lebih praktis dan setiap transaksi tercatat secara real time. Penerapan QRIS sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital.

Konsep stand Tanah Bumbu dibangun melalui kerja sama sejumlah perangkat daerah dan mitra yang membawa informasi serta produk sesuai bidang masing-masing. Keterlibatan tersebut antara lain mencakup Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagri), Dekranasda, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan, serta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfosp). Kolaborasi juga diperkuat dengan keterlibatan sektor swasta, salah satunya PT Jhonlin Agro Raya, yang turut memperkenalkan potensi industri dan produk turunan kelapa sawit.

Keterlibatan berbagai sektor tersebut membuat stand Tanah Bumbu tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer produk, tetapi menjadi etalase yang menggambarkan potensi daerah secara lebih menyeluruh.

Pada sektor pariwisata, informasi destinasi wisata Tanah Bumbu disajikan melalui materi visual dan akses digital. Sementara DPMPTSP memperkenalkan kawasan serta peluang investasi yang tersedia di daerah.

Produk UMKM dan kerajinan menjadi bagian lain yang ditampilkan untuk memperluas promosi produk lokal. Sektor perikanan turut membawa produk olahan unggulan, sedangkan sektor industri memperkenalkan potensi dan produk hasil pengembangan industri daerah.

Pada sektor perikanan, stand Tanah Bumbu turut menghadirkan pentol ikan sebagai salah satu produk olahan unggulan daerah. Produk tersebut tidak hanya diperkenalkan melalui tampilan produk, tetapi juga disajikan secara langsung kepada pengunjung selama pelaksanaan expo.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menyediakan sekitar 100 kilogram pentol ikan untuk dibagikan secara gratis kepada pengunjung. Setelah pembagian gratis, pentol ikan juga tersedia untuk dibawa pulang oleh pengunjung melalui transaksi nontunai menggunakan QRIS. Dengan demikian, produk perikanan yang ditampilkan tidak hanya menjadi bagian dari promosi, tetapi juga terhubung dengan konsep digitalisasi transaksi yang diterapkan di stand Tanah Bumbu.

Penggunaan videotron turut memperkuat tampilan stand dengan menyajikan visual mengenai pembangunan, potensi, dan berbagai keunggulan Tanah Bumbu. Konsep ini menjadikan stand Tanah Bumbu sebagai ruang promosi yang tidak hanya menampilkan apa yang dimiliki daerah, tetapi juga menunjukkan bagaimana potensi tersebut dapat diakses dan dikenali masyarakat melalui teknologi.

Dengan konsep digitalisasi yang diusung, Tanah Bumbu tidak hanya menampilkan potensi daerah secara kreatif, tetapi juga memperkuat citra sebagai kabupaten yang terbuka terhadap teknologi dan inovasi. (rel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.