Workshop Wirausaha Kerajinan, Ketua Dekranasda Tanah Bumbu Dorong Inovasi dan Promosi Digital Produk Lokal

oleh -33 Dilihat
banner 468x60

BATULICIN – Ketua Dekranasda Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, bersama dua pengurus Dekranasda mengikuti Workshop Wirausaha Kerajinan Kalimantan Selatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pelaku usaha kerajinan guna mendorong lahirnya produk kerajinan daerah yang inovatif, berkualitas, dan memiliki daya saing di tengah perkembangan pasar serta transformasi digital.

banner 336x280

Ketua Dekranasda Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut sebagai langkah nyata dalam memperkuat ekosistem industri kerajinan daerah.

“Workshop ini memberikan wawasan yang sangat berharga bagi pengurus Dekranasda maupun para pelaku usaha kerajinan. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital, serta mendorong lahirnya inovasi yang mampu mengangkat produk kerajinan Tanah Bumbu agar semakin dikenal dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Pada sesi diskusi dan tanya jawab, pengurus Dekranasda Tanah Bumbu, Ilham Bahari, turut menyampaikan aspirasi terkait strategi promosi produk unggulan daerah melalui media sosial.

Ia mengusulkan adanya kolaborasi antara Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan dengan Dekranasda kabupaten dan kota melalui kegiatan Live Instagram atau siaran langsung bersama untuk memperkenalkan produk unggulan dari masing masing daerah secara bergantian.

Menurutnya, media sosial menjadi sarana promosi yang efektif. Karena memiliki jangkauan luas dan digunakan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi digital tersebut diyakini dapat mempercepat pengenalan produk kerajinan lokal, memperluas akses pasar, sekaligus memperkuat promosi produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Melalui partisipasi dalam workshop ini, Dekranasda Kabupaten Tanah Bumbu berharap dapat terus memperkuat kapasitas pelaku usaha kerajinan. Juga  memperluas jejaring kemitraan, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital. Sebagai strategi meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk unggulan daerah di era ekonomi kreatif.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kalimantan Selatan, Hj Fathul Jannah melalui Ketua Harian Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya workshop, khususnya Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang selama ini menjadi mitra strategis dalam pemberdayaan dan pengembangan industri kerajinan di Banua.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, Bank Indonesia, dan OJK menjadi modal penting. Dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha kerajinan agar semakin maju dan memiliki daya saing. Ia juga menegaskan bahwa industri kerajinan merupakan sektor ekonomi kreatif yang berperan strategis dalam pembangunan daerah. Karena mampu melestarikan budaya lokal, menciptakan lapangan kerja, dan  meningkatkan pendapatan masyarakat. Sekaligus memperkuat identitas daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Miftahul Chair menambahkan bahwa Kalimantan Selatan memiliki kekayaan kriya yang sangat beragam. Mulai dari kain sasirangan, anyaman purun, kerajinan kayu, kerajinan serat alam. Hingga berbagai produk kreatif lainnya yang memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi. Potensi tersebut perlu terus didorong melalui inovasi, peningkatan kualitas, pemanfaatan teknologi digital. Serta perluasan akses pasar agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas strategi penguatan industri kerajinan dan pengembangan usaha. Firman Muttaqin selaku Sekretaris Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan memaparkan materi Upaya Penguatan dan Pengembangan Kerajinan Daerah. Menitikberatkan pada peningkatan kualitas SDM perajin, inovasi produk berbasis budaya lokal, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan akses pasar dan kemitraan.

Sementara itu, Hendrawan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan materi Pengembangan Usaha dan Inklusi Keuangan. Menekankan pentingnya mindset kewirausahaan, literasi keuangan, inovasi usaha, serta kesiapan UMKM untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

Dinda Tantri Adytya dari Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan mengenai Mengelola Keuangan untuk Masa Depan Sejahtera. Ia mengajak pelaku usaha menerapkan disiplin pencatatan keuangan, memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Serta membangun fondasi bisnis yang sehat dan berkelanjutan. (Rel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.